sepotong catatan kerja
22 Apr
VISIT! Kata-kata ini sering kita dengar, terutama di pelbagai daerah di Indonesia, terutama daerah yang memang menjadi tujuan wisata untuk meningkatkan devisi negara, misalnya, Bali, Batam dan Jakarta yang memang ditargetkan pemerintah. Bali, yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisatawan asing. Batam, daerah Kepulauan Riau yang berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia, sedangkan Jakarta, merupakan ibukota negara Indonesia.
Pada tahun ini, pemerintah membuat program Visit Indonesia Year 2008 dengan tujuan untuk meningkatkan statistic kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mentargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dengan diluncurkan program Visit Indonesia Year 2008 sebesar 7 juta wisatawan.
Namun, sampai hari ini belum direlease berapa jumlah kunjungan wisatawan yang sudah berkunjung ke Indonesia, apakah mencapai target atau tidak. Namun, sebagai perbandingan saja, dari data statistik kunjungan wisatawan di Indonesia yang dikeluarkan oleh Statistical Report on Visitor Arrivals to Indonesia 2007 hanya 5.505.759 wisatawan dengan penerimaan devisi 5.345,98 juta USD Sumber: Statistical Report on Visitor Arrivals to Indonesia
Sementara target pemerintah pada Visit Indonesia Year 2008 adalah tujuh juta wisatawan atau naik sekitar 1,5 hingga 2 juta wisatawan mancanegara Tapi, melihat dari gaungnya, tampaknya program tahun kunjungan wisatawan ini tidak akan mencapai target, karena kurangnya promotion, baik di dalam apatahlagi ke luar negeri.
Contoh, kurangnya pemasangan logo visit Indonesia Year pada semua penerbangan –hanya ada satu penerbangan saja yang memasang logo tersebut–, di hotel-hotel, dibandara, di perkantoran, di pelabuhan, media-media cetak maupun elektronik, maupun tempat-tempat lainnya. Itu baru promotion di dalam negeri saja, bagaimana di luar negeri, mungkin lebih sedikit lagi atau tidak ada sama sekali promoti tahun kunjungan ini. Melihat kenyataan ini, tampaknya program ini tidak mendapat dukungan dari berbagai lintas sektoral.
Saya mengambil perbandingan saja dengan negara tetangga Malaysia, yang sukses meluncurkan program Visit Malaysia Year 2007, mereka suskes karena kerjasama antara Malaysia Tourism Board, pihak swasta, element masyarakat yang saling hand and hand, bahu membahu untuk menggarapan rancangan (bahasa Malaysia).
Ditambah lagi dengan dana promosi yang mereka keluarkan sangatlah besar, hampir-hampir 20 juta ringgit (kalau kurs Rp2.500/Ringgit Malaysia). Untuk mempromoti kepada masyarakat Indonesia edukasi, Malaysia Tourism Board juga mengundang wartawan Indonesia. Wartawan Indonesia diajak melihat apa-apa saja keunggulan pariwisata Malaysia, dan fasilitas yang diberikan kepada wisatawan. Sungguh menakjubkan, hanya dengan penampilan seorang pembuat teh tarik saja, wartawan kita sudah menulisnya dengan baik. Begitulah Malaysia menggarap pariwista mereka yang dari dulu hanya itu-itu saja, tetapi karena hand and hand, dana promotion yang begitu kuat, ditambahkan dengan keamanan, fasilitas serta kesehatan.
Sehingga Malaysia dengan bangganya mengatakan; Malaysia is Truly Asia (Malaysia adalah benar-benar Asia), karena mereka berhasil menyedot wisatawan untuk datang ke negara mereka, berbelanja menghabiskan uang. Lantas, bagaimana Visit Indonesia Year 2008, ataupun visit-visit year daerah lainnya? Apakah sudah sanggup untuk mempromosikan daerahnya dengan dana besar, tetapi menghasilan omset yang begitu besar. Ibarat kata pepatah, memancing ikan harus pakai umpan, untuk mendapatkan ikan. ***
One Response for "Visit, Ya Promosi"
kunjungan balik..met sore …salam kenal ya mas… tukeran link yukk…
Leave a reply