sepotong catatan kerja
25 Apr
TEMAN saya yang satu ini benar-benar pintar. Trik-trik yang dia keluakan untuk menaklukan bawahannya seorang perempuan setengah tua yang begitu cerewet, judes, dan suka membantah, boleh diacungkan jempol. Trik ini dilakukannya karena kesal melihat sikap bawahannya yang selalu mendikte.
Marah! sudah tidak zamannya menjadi pemimpin pemarah. Tapi, kalau dibiarkan si wanita cerewet seperti juga tidak bagus dalam bekerja. Lantas bagaimana trik teman saya ini;
Awalnya, teman saya ini memaparkan program-program yang harus dikerjakan setiap departemen maupun devisi. Termasuk, si wanita cerewet ini. Dia ditugaskan oleh sang teman ini untuk membuat laporan hasil persidangan ataupun agenda rapat. Karena tema ini sangat konsekuen dan tegas dengan deadline, maka tugas-tugas yang dibebankan kepada si wanita ceret ini harus siap pada sore harinya.
Entah karena sudah syndrome atau memang sudah menjadi tabiat, si wanita cerewet ini terus saja membantah program-program yang sudah dirancang tim. Bahkan, kondisi seperti ini sudah berlarut-larut. Dahsyatnya, ‘’persilatan’’ lidah antara wanita cerewet dengan atasan ini, maupun wanita cerewet dengan teman sekerjanya sering terjadi di depan umum.
Tetapi, karena sudah biasa sehingga menjadi kebiasaan, pemandangan seperti ini menjadi bahan tertawaan karyawan-karyawan lainnya. Inilah yang membuat teman saya ini menjadi runsing, tetapi dia tidak pernah kehilangan akal. Caranya, ketika ada waktu lowong, teman saya ini pergi ke mal untuk membeli sepotong Pizza. Dan pizza itu diserahkan kepada wanita cerewet di depan orang banyak, dan disambut dengan tawa karyawan. Tidak hanya pizza, bahkan teman saya ini rela-rela membeli sekuntum mawar merah di toko bunga seharga Rp10.000,- dan juga diserahkan kepada wanita cerewet.
Kenapa? Katanya, kalau diberikan pizza, bunga dan lainnya di dalam ruangan pribadi dan tidak dilihat karyawan lainnya, takut wanita cerewet ini salah tanggapan, atau pun jatuh hati padanya.
Kebiasaan memberi, merupakan trik teman saya menjadi pemimpin. Trik lain yang dilakukannya adalah dengan mengajak bawahan atau staffnya untuk bercanda, tertawa dan mengeluarkan joke-joke. Tetapi, dia selalu menyimpan ide-ide cemerlang untuk dikerjakankan karyawannya. Nah, si karyawan ini tidak sadar, kalau dirinya sudah diperintah dan diberi tugas oleh atasannya dengan cara yang unik.
Namun, dari berbagai pakar sering kita dapatkan informasi tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang karismatik. Misalnya, mengetahui mengapa perilaku tertentu bisa membangkitkan karisma dan perilaku yang lain tidak. Dengan mengetahui hal ini, anda akan lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang mendukung anda menjadi orang yang karismatik.
Kemudian, untuk menjadi pemimpin karismatik haruslah memahami alasan psikologi mengapa seseorang bisa menjadi pemimpin karismatis, dan juga proses yang ada pada pengikut yang kemudian menentukan seseorang sebagai seorang karismatik atau tidak. Memahami seni mengkomunikasikan wawasan. Sebagus apa pun wawasan anda, tidak banyak gunanya jika anda tidak mampu mengkomunikasikan dengan efektif. Dengan memakai strategi dari pemimpin karismatik, anda akan bisa mengkomunikasikan wawasan itu dengan mudah dan efektif.
Mampu membangun kepercayaan diri sebagai pemimpin karismatik. Kenyataan menunjukkan betapa banyaknya pemimpin yang kurang percaya diri. Serta mampu membangkitkan motivasi bawahan anda sehingga mereka mau menjalankan perintah anda dengan loyalitas yang tinggi.
Kemudian, menjadi pemimpin itu tidak harus dilayani, tetapi perlu juga sekali-kali melayani bawahannya. Bagaimana cara pemimpin melayani? Pemimpin yang melayani akan berusaha memahami kebutuhan karyawan, mendorongnya untuk bekerja agar target dapat tercapai, memberikan solusi jika terdapat permasalahan yang tak dapat diselesaikan oleh karyawan dibawahnya, memberi tambahan kemampuan/pengetahuan melalui pelatihan, mempromosikan bilamana telah sesuai dengan kompetensinya, dan pada saatnya nanti karyawan yang telah menjadi pemimpin, akan meneruskan budaya melayani, dan menjadi pemimpin yang melayani di organisasi dan perusahaan. ***
2 Responses for "Wanita Cerewet!"
hm…cuma test aja bang…komentarnya
aku suka sekali critamu, kalo sempat kirim ke email kami
Leave a reply