sepotong catatan kerja
5 May
TIBA-TIBA, handhpone saya berbunyi; saya tahu nada deringnya adalah SMS. Benar, kita saya membukanya, ternyata SMS itu datang dari teman lama, yang sudah tinggal di Batam beberapa tahun. Dia pengusaha, walaupun tidak besar, tetapi cukup memberikan andil untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kota ini, dengan membayar pajak penghasilan.
Bunyi SMS-nya singkat saja ;
‘’Good Bye Batam!’’.
Saya kaget ketika membaca pesan singkat elektronik ini, kok kenapa dia menuliskan seperti ini? Ada masalah apa. Pertanyaan-pertanyaan ingin segera saya lontarkan kepada sang teman. Karena penasaran, saya pun membalas SMS-nya bunyinya seperti ini;
‘’Kenapa Bung! Dan dijawabnya.
‘’Batam sudah tidak bergairah’’ begitu jawabannya.
‘’Memangnya kenapa Batam?’’ aku bertanya lagi melalui SMS. Mungkin karena dia ingin sekali meluapkan apa yang menjadi permasalahan dalam dirinya, sang teman ini langsung menelepon.
‘’Bung! Katanya’’ melalui saluran telepon.
Coba bung pikir, bagaimana Batam mau bergairah, dan investasi mau maju. Pertama masalah air. Harga air sudah naik, tetapi pelayanannya kurang baik, terkadang hidup, terkadang mati. Kedua masalah listrik. Bung sudah mengertilah bagaimana perseteruan antara PLN, PGN dan lima perusahaan yang menerima gas dan mensuplay kembali gas tersebut. Akibatnya ketika giliran kantor byar pet, saya tidak bisa melakukan bisnis secara online kepada pengusaha asing, di rumah mati saya tidak bisa melakukan aktifitas apapun di rumah’’ katanya.
Coba bung bayangkan. Ketika listrik mati pukul 20.00 malam, anak saya yang paling kecil meringis kepanasan, dan oleh saya yang menjadi bapak yang baik terpaksa mengipas-ngipas badan anaknya hingga tiga jam lamanya. Nah, karena pegal, terpaksalah harus menghidupkan mobil dan pergi bersama keluarga keliling Batam, agar badan anak saya tetap segar karena mendapatkan airconditioner mobil,’’ katanya lagi.
Ketiga bung masalah BBM. Batam merupakan kota yang dijadikan pilot project pemerintah dengan model smart card –kartu pintar—untuk membatasi pemakaian BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi. Padahal, berdasarkan jumlah pemakai, mungkin yang paling besar itu Jakarta, kenapa mesti Batam yang dijadikan tempat pilot project program ini. Bagaimana dengan turis yang menggunakan sewa kendaraan untuk melihat kota Batam, bagaimana dengan investor-investor yang selama ini sudah nyaman menginvestasikan modalnya ke Batam.
Keempat bung masalah jalan. Hampir semua jalan-jalan protocol yang padat dilalui kendaraan, sudah rusak parah, dan tampaknya bakalan lama baru diperbaiki. Untungnya kalau ada pejabat negara seperti presiden maupun wakil presiden yang melintas, baru diperbaiki. Bagaimana kita mau nyaman berkendaraan, dimana-mana lubang besar menganga yang mengancam kesalamatan bagi pengendaraan, dan mempercepat kerusakan kendaraan.
Dan kelima bung, adalah entertainment. Bung kan tahu saya ini sudah sekali ke tempat-tempat rileks yang bisa membuat kita tenang. Dan bung kan juga tahu bahwa loby-loby bisnis itu tidak hanya dilakukan di meja kerja, di langan golf atau pun di ruangan restoran, tetapi loby bisnis juga dapat dilakukan di tempat-tempat hiburan, pub, kaffe atau ruangan koraoke.
Lantas saya pun bertanya. ‘’Kenapa masalah entertainment ini?’’
Begini bung, tempat-tempat hiburan sudah tidak nyaman lagi, karena tidak aman, tidak apik, tidak artistic dan mengeluarkan aroma tak sedap, sebab pengusaha tempat hiburan sudah bangkrut tak ada pengunjung lagi. Ya, tidak nyaman dan tidak privacy lagi bagi saya.
Jadi, mulai hari ini saya katakan kepada bung. Goodbye sajalah Batam!. Saya akan kembali ketika ‘’makhluk’’ yang namanya FTZ, SEZ dan entah apa namanya lagi lahir, sehingga Batam dapat bergairah. Semua perusahaan dan asset di Batam udah saya bekukan untuk sementara waktu. Karyawan terpaksa saya PHK, dengan uang pesangon yang cukup. Terimakasih sudah mendengarkan telepon saya ini!
3 Responses for "Goodbye Batam!"
emang benar bungandra. Batam kayaknya sudah menangis dan menjerit, karena berbagai persoalan yang belum juga dapat diatasi.
ini nyata dan ada karena kita ada indonesiah
saya baca berarti saya dapat pahala ya
dimana-mana sama ya masalah diluar jawa…
KRISIS LISTRIK
Leave a reply