Posted on Sep-19-2008
Mengucap di Depan Kounter
[Batam News, 17-9-2008]
MAK Andak merengek-rengek macam budak kecik yang meminta uang untuk membeli permen. Rengekan Mak Andak agar suami mau diajak pergi ke mall. Hampir tiga bulan lamanya Mak Andak tak pernah mengijak kakinya di lantai mall.
‘’Ayolah, kite sekali-kali pergi ke mall,’’ rengek Mak Andak.
‘’Untuk apelah kita pergi ke mall. Itukan tempat orang kaye-kaye, tak sepadan dengan kite Piah,’’ jelas lakinya.
‘’Dah lame tak ke sane bang!’’ pinta Mak Andak.
‘’Udahlah Piah…! ukuran orang seperti kite ini belanja di pasar-pasar sajelah, bukan di mall,’’ ungkap lakinya lagi.
‘’Kalau di pasar bepeluh bang, kalau di mall kan sejuk,’’ kata bini lagi. Karena tak tahan, dijoyah terus ama bininya, akhirnya Pak Andak mengikuti juga apa yang diinginkan oleh Mak Andak untuk pergi ke mall.
‘’Betol kan bang, di mall sejok, sampai ke tulang rase sejuknya,’’ uncap Mak Andak.
‘’Iye, sampai menggigil aku dibuatnye,’’ jawab Pak Andak yang merasa kesejukan di sekujur tubuhnya.
Satu persatu stand baju di mall tersebut di masuki Mak Andak dan lakinya. Satu per satu baju kurung model sekarang ini di-tray (dicoba, red) oleh Mak Andak, tetapi tak satu pun yang cocok. Ada yang disukai, tetapi tak ada ukuran yang pas ke badan Mak Andak. Ada yang pas ukuran, tetapi tak cocok pulak dengan warnanya.
‘’Coba yang ini bu..!’’ kata pelayan toko sambil menyerahkan selembar baju kurung model sekarang ini.
‘’Nah, ada yang cocok warna dan ukuran,’’ ungkap Mak Andak di ruang ganti pakaian. Badannya tegelek-gelek di depan kaca, macam seorang pragawati saja. Setelah keluar dari ruang ganti, Mak Andak langsung bertanya berapa harganya.
‘’Ape..! Rp400.000,- Astagfirullah, mahal betol baju ini, sampai mencekik leher,’’ pekik Mak Andak.
‘’Betul bu, baju ini terbuat dari sutera dan dibuat oleh perancang model terkenal di Indonesia,’’ jelas pelayan toko lagi.
‘’Lantak situlah,’’ kata Man Andak, yang langsung meninggalkan counter baju tersebut. Pak Andak yang melihat perangai bini hanya tersenyum saja. Lantas, kedua laki bini pergi lagi ke satu counter dan counter lainnya, sehingga sampai ke counter tempat penjualan baju kutang (bh) dan celana dalam wanita (cd) yang terpajang di patung-patung.
‘’Astagfirullah..!’’ pekik Pak Andak, sambil menutup matanya dengan kedua belah tangan.
‘’Ngape bang…?’’ tanya bininya penasaran melihat lakinya yang mengucap tiba-tiba.
‘’Astagfirullah, compeng puase aku hari ini,’’ ungkap Pak Andak lagi, yang masih menutup matanya.
‘’Ade ape dengan mate awak tu bang?’’ tanya bini yang semakin heran saja.
‘’Cepat Piah..! cepat engkau pimpin aku dari sini, nanti bertambah compeng puase aku hari ini,’’ pinta Pak Andak.
‘’Memang kenapa bang..?’’ tanya Mak Andak lagi.
‘’Itu..!’’ ucap Pak Andak sambil menujuk ke counter pakaian khusus wanita. Tetapi matanya dipejam agar tak melihat. Setelah mengikuti arah tunjuk lakinya, barulah Mak Andak sadar, apa yang terjadi. Dengan perlahan-lahan, Mak Andak memimpin suaminya menjauh dari counter tersebut. Setelah jauh, barulah Pak Andak membeliakan matanya.
‘’Seharusnya, toko tersebut menutup kaca-kacanye dengan kain hitam, biar orang tak melihatnya, sehingga tak mengubar nafsu birahi pada siang hari, batal puase aku dibuatnya,’’ kata Pak Andak. ***







