sepotong catatan kerja
BANG Andra. Orang sering memanggil nama aku seperti ini. Katanya lebih keren dan familiar. Daripada dipanggil misterandra, pak andra atau nama lainnya. Kata teman-teman panggilan seperti ini terlalu jadul –jaman dahulu—semasa orde baru. Aku dilahirkan dari suatu negeri bernama Ka. Patah Parang, bagian selatan Indragiri Hilir, Riau. Entah kenapa, negeri aku itu dinamai Patah Parang.
Konon kabarnya, dan setelah aku telusuri buku sejarah, Patah Parang itu merupakan senjata para penjuang untuk mempertahankan negerinya ‘’Reteh’’ dari serangan Belanda. Namanya senjatanya ‘’Parang’’. Sejak berumur 12 tahun, aku sudah merantau dan memisahkan diri dari orangtua. Istilah anak sekarang adalah mandiri. Tetapi, kondisi aku waktu itu, justru terbalik 360 derajat. Karena, pada tahun 1985, negeri bernama Patah Parang ini tidak memiliki sekolah lanjutan menengah pertama, jadi harus pergi ke negeri tetangga.
Sejak itulah, aku yang kini telah memiliki seorang putri bernama ‘’Nayla S Atikah’’, oleh bundanya senang dipanggil ‘’Nayla’’ –kalau anakku ini bandel—suka merantau ke berbagai negeri. Tamat SMP dinegeri bernama Pulau Kijang, aku merantau ke negeri bernama Tembilahan, terus merantau lagi ke Pekanbaru Riau. Pernah bermaustautin beberapa bulan di Surabaya, pulang ke Pekanbaru, merantau ke Batam.
Dan negeri bernama Batam –yang lagi konon katanya negeri Bandar Dunia Madani– inilah, tampaknya aku harus beranak-pinak, dan membuat webside pribadi ‘’bangandra dot com’’.
Terimakasih.
Bangandra.com
Recent Comments