Posted on Apr-17-2008

Kristal-Kristal Cinta

Cerpen : Andra S Kelana

LULUK, Niken dan Ida Farida tertawa terbahak-bahak sambilcemal-cemil, mengisi hari-hari kosong mereka. Jemari tangannya terus menari di keypad handphone, mengirim SMS, sekali-kali mereka berbicara serius, lalu tertawa lagi. Gigi-gigi putih mereka terlihat mengkilat, dibawah lindungan bibir merah mekar. Read the rest of this entry »

Posted on Apr-17-2008

Sejemput

Cerpen : Andra S Kelana

PAK Ngok, bersandar di haluan perahu yang ditungganginya, dikayuh dan didayungnya setiap hari. Termenung, lantaran tanah sejemput. Pak Ngok tersenyum, bermimpi akan menjadi orang kaya, gara-gara tanah sejemput.
Semenara, di hadapannya, tegak berdiri bukit Tanjung Tuan negeri jiran. Empasan ombak Selat Malaka menina-bobokan Pak Ngok. Dalam kelelapan, yang diayunkan riaknya gelombang, orangtua satu ini berharap dapatkan mimpi jadi orang kaya, walau hanya sebentar. Read the rest of this entry »

Posted on Apr-17-2008

Orangtua

Cerpen : Andra S Kelana

ORANG tua itu memasuki kapal. Pakaiannya sederhana, lusuh. Berkopiah hitam kekuning-kuningan. Baju biru laut, celana dongker. Orangtua itu juga memakai sepatu, sama seperti orang lain. Hanya saja merek sepatunya berbeda, begitu juga harganya, tidaklah begitu mahal. Sepatunya pun berlepotan warna dan bentuknya. Tergolong miskinlah orangtua ini, seperti yang diungkapkan oleh pemerintah sebagai keluarga pra-sejahtera? Mungkin saja. Read the rest of this entry »

Posted on Apr-17-2008

Pena dan Pengadilan

Cerpen : Andra S Kelana

DI halaman depan harian Metropolis tentang kasus koruptor seorang pejabat pemerintahan daerah, ditulis tuntas dari atas sampai ke bawah oleh wartawan senior di bidang kriminalitas bernama Kenedy. Wartawan veteran yang melalang buana dari satu media ke media lain, telah meliput berbagai berita kriminalitas di tanah air. Tak mengherankan, jika Kenedy dijuluki hunter crime oleh kalangan wartawan. Read the rest of this entry »

Posted on Apr-17-2008

Kecubung Hitam

Cerpen : Andra S Kelana

AKU pun heran. Entah ke mana para tukang batu itu hilang tak tercatat dalam sejarah. Kepergiannya bagaikan burung gagak hitam terbang ke langit biru lalu menghilang, di celah-celah awan hitam.
Kadang kalanya aku tak habis berpikir, kenapa sejarah begitu kurang adil, sehingga si tukang batu pun tidak dicatatnya. Toh, suatu ketika orang memerlukan dirinya. Suatu saat orang memerlu kan ilmu perbatuannya, di manakah orang akan mencarinya?. Read the rest of this entry »

Tagged Under :

Posted on Apr-16-2008

KPU Seperti Collina

Kolom : Andra S Kelana

WASIT adalah seorang yang dipercayakan menjadi pemimpin. Wasit adalah seorang yang telah ditasbihkah menjadi juri dalam perhelatan maupun suatu pertandingan. Apakah itu pertandingan olahraga, ataupun pertandingan dalam partai politik. Saya hanya menggaris-bawahi, wasit di sini adalah wasit politik, yang sebentar lagi akan terjadi suatu pertandingan besar di negara ini. Di mana, seluruh partai politik yang sudah disyahkan oleh Mahkamah Agung untuk ikut perhelatan akbar lima tahunan yaitu Pemilihan Umum, akan bertanding untuk meraih suara terbanyak. Read the rest of this entry »

Posted on Apr-16-2008

Inul dan Moralitas

Oleh : Andra S Kelana

PEREMPUAN! Perempuan itu berhasrat sekali ingin menaklukan Jakarta ! Jepang, Brunai Darussalam, bahkan Amsterdam yang dipernah digoyang dengan ekonomi tubuhnya, tidak membuat perempuan ini begitu puas; Obsesinya bagaimana dapat menaklukan ibukota Jakarta . Mungkin, perempuan ini beranggapan, jika sudah Jakarta dikuasai, maka Indonesia berada digenggamnya. Ada benarnya juga, karena orang selalu berpanduan kepada Jakarta.
Read the rest of this entry »

RSS
TV Lokal Batam Review Blog Visit Batam 2010 Batam Digital Island