sepotong catatan kerja
23 Sep
NAK dekat hari raya, kepale Pak Andak mulai pening-pening lalat. Ape tidak, bini merengek minta belikan baju, selepas tu, nak mita belikan kursi baru, tivi baru, macam-macam perangailah kalau sudah nak dekat lebaran. Apatalagi, kalau ade tetangga membeli barang baru, celake dua belas Pak Andak dibuat bininya.
‘’Bang, tengoklah Yanti tu, sudah beli tivi 29 inchi yang baru. Model tivinya rate (maksudnya tivi plat, red). Abang tengok tivi rumah kite, warnanya pun dah jelas,’’ ujar Mak Andak. Yang baca berpahala »
23 Sep
SETELAH melepas dari Rafeah, setahun kemudian, tepatnya pada malam ramadhan Pak Andak pun mulai menabur benih cinta kepada seorang perempuan bernama Nurbaiti. Pak Andak terpicut dengan Nurbaiti setelah pulang salat tarawih bersama-sama, dan mengatakan kalau dirinya masih status kosong alias tidak ada laki-laki yang mengisi di hatinya.
Benih cinta yang sudah lama terkubur, mulai menusuk ke atas. Pak Andak pun langsung mengutarakan kalau dirinya suka terhadap Nurbaiti, yang akrab di panggil Nur. Yang baca berpahala »
23 Sep
PAK Andak hendak memasang lampu colok di depan rumahnya, terutama pada malam selekor nantinya –malam selekor itu tepat pada malam 21 bulan ramadhan, hingga lebaran–. Di kampong-kampung pada malam selekor ini sangat meriah. Ada yang membuat lampu colok, tanglo lampu bermotif bintang, memasang lilin di depan rumah dan hiasan lampu tradisional lainnya.
Biasanya orang membuat lampu colok bermotif masjid, ucapan selamat hari raya Idul Fitri. Tapi Pak Andak membuat motip berbeda tahun ini. Dia membuat motif bertuliskan ‘Pak Andak Sidun’ di singkat PAS. Dengan motto PAS-Yes!! Yang baca berpahala »
23 Sep
‘’CELEPAK…! Celepok…!’’ bunyi baju singlet yang sudah berwarna kekuning-kuningan dipukul-pukul Pak Andak ke bahunya. Badannya berkeringat, karena kepanasan. Memang, beberapa hari ini suhu kota Batam lagi panas-panas, setelah didera hujan berkepanjangan sepanjang bulan ini.
‘’Bang ape buat tu,’’ pekik Mak Andak dari dapur. Petang ini Mak Andak ingin membuat berbuka puasa dengan kolak pisang, dicampur dengan buah kolang-kaling. Ditambah kue buah melaka berisi gula merah.
‘’Ngape Piah, macam orang kesetanan tepeking-telolong,’’ sahut Pak Andak, duduk di kursi tengah rumah, sambil menulis sesuatu. Yang baca berpahala »
19 Sep
[Batam News, 17-9-2008]
MAK Andak merengek-rengek macam budak kecik yang meminta uang untuk membeli permen. Rengekan Mak Andak agar suami mau diajak pergi ke mall. Hampir tiga bulan lamanya Mak Andak tak pernah mengijak kakinya di lantai mall.
‘’Ayolah, kite sekali-kali pergi ke mall,’’ rengek Mak Andak.
‘’Untuk apelah kita pergi ke mall. Itukan tempat orang kaye-kaye, tak sepadan dengan kite Piah,’’ jelas lakinya.
‘’Dah lame tak ke sane bang!’’ pinta Mak Andak.
‘’Udahlah Piah…! ukuran orang seperti kite ini belanja di pasar-pasar sajelah, bukan di mall,’’ ungkap lakinya lagi. Yang baca berpahala »
Recent Comments