sepotong catatan kerja
19 Sep
[Batam News, Selasa 16-9-2008]
TIAP petang, sebelum nak bebuka puase Hasan Misai dan Ramli Ceking selalu menyegek (bergaya, red). Dengan baju masuk ke dalam, rambut disisir rapi, dan pakai sepatu.
‘’Oi..! nak kemana mike bue! Tiap pukol empat petang, bukan main menyegek nampaknya. Ape ade can,’’ teriak Pak Andak, ketika Hasan dan Ramli melintasi depan rumahnya.
‘’Biaselah Pak Andak,’’ sahut Ramli. Yang baca berpahala »
19 Sep
[Batam New, Senin 15-9-2008]
PAK Andak diundang Sekretaris Dewan Kota Batam, Guntur Sakti untuk berbuka puasa di hotel berbintang di bilangan Jodoh. Memang sudah menjadi tradisi tahunan bila Ramadhan tiba, Guntur selalu mengundang orangtue ini untuk berbuka puasa di hotel-hotel. Entah kepuasan ape yang menyebabkan Guntur selalu ingat padanya. Pada waktu jadi Lurah Jodoh, Pak Andak diundang berbuka puasa di hotel berbintang satu, dekat pasar Jodoh. Yang baca berpahala »
19 Sep
[Batam News, Sabtu, 13-9-2008]
INI benar-benar berita menyerukan di kampong, karena Pak Andak akan menjual sampan dan sepeda unta bininya untuk biaya kampanye. Di sampanya tertulis ‘’Perahu ini mau dijual untuk biaya kampanye. Harga nego, hubungan Caleg Pak Andak..’’. Begitu juga di sepedanya, tertulis dengan nada yang sama ‘’dijual murah untuk kampanye’’.
‘’Bang, janganlah dijual sampan sayanglah bang..’’ pinta Mak Andak kepada lakinya yang lagi membaca koran, terutama halaman politik dan perkembangan politik di tanah air menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum. Yang baca berpahala »
19 Sep
[Batam News, Jumat, 12-9-2008]
MAK Andak benar-benar naik darah, ketika mendengar kabar lakinya asyik-asyik minum kopi di salah satu warung di Jodoh, padahal ini bulan pause.
‘’Apelah orangtue tu, masih tak sadar diri juge….! Heh…dah nak mampus masih jugak tak puase,’’ gerutu Mak Andak, langsung mencapai selendang dan hendak pergi ke Jodoh.
‘’Awas, kalau teseruduk dengan aku nanti, naning-lah (senggara, red) lah badan,’’ ungkap Mak Andak makin geram. Orangtua ini langsung mengunci pintu dan mengayuh sepeda, menuju ke sebuah warung yang hanya ditutup setengah menggunakan kain di pasar Jodoh. Yang baca berpahala »
11 Sep
[Batam News, Kamis, 11-9-2008]
SEJAK suboh hari hari, Pak Andak sudah sibok pergi ke pasar. Ditangannya tergenggam catatan yang akan dibelanjakan hari ini. Sementara bininya Mak Andak Piah juga dibuat sibok membersihkan rumah. Maklumlah, petang nanti Pak Andak akan menjemput beberapa orang kampong untuk berbuka puasa di rumahnya, sekaligus membentuk tim sukses. Yang baca berpahala »
Recent Comments