Sapa Aku Bang ANDRA

sepotong catatan kerja

Kue Melaka [Celaka]

SEPANJANG jalan, dengan sepeda motor merah merek astuti [astrea tujuh tiga], wajah Cik Amat terus sumringah. Orang tua ini masih membayangkan wajah anak dara yang menjual kue untuk berbuka puasa.
‘’Wajah budak dare itu putih mengkilat, macem telur ayam yang baru dikupas. Nah cube dibayangkan, macem mane bentuknya telur ayam yang baru dikupas, tentu licin mengkilat,’’ gumanya. Yang baca berpahala »

Melamar

CIK Minah sibuk membuka kantong plastik yang selama ini tersimpan di dalam lemari. Satu persatu kertas berwana-warni itu dibilek-bileknya. Kertas itu sudah kelihatan agak kekuning-kuningan.
‘’Ape yang engkau sibukkan itu Minah, mengganggu aku tidur saje. Dari tadi kresak-kresek?’’ kata Cik Amat, sambil memeluk bantal guling. Yang baca berpahala »

Menyusu [2]

KIK…kik.. kik.. Cik Amat tertawa terkikik-kikik, sambil memegang perut mendengar penuturan cucunya. Sementara, Cik Minah hanya membuang mukanya, tak sanggung menahan tertawa. Lain halnya dengan Siti dan Sulaiman, hanya mampu menahan rasa malu, dengan wajah merah padam. Yang baca berpahala »

Menyusu [1]

LAGI tengah berleha di belakang rumah sambil menunggu salat Ashar, Cik Amat dikejutnya dengan suara budak kecil. Dan suara itu sudah termemori di telinganya. Sehingga, bagaikan tupai, Cik Amat meloncat dari kursi dan menyambut kedatangan bocah kecil tersebut. Yang baca berpahala »

Minta Jadi Walikota

MENDENGAR penjelasan istrinya, mulut Cik Amat terperot-perot menahan geli. Nak tertawa terbahak-bahak, takut istirnya meradang, dan merusak kosentrasi Cik Minah untuk beramal pada bulan Ramadan. Tidak tertawa, hati Cik Amat macam digelitik, geli rasanya. Yang baca berpahala »

www.flickr.com

Free chat widget @ ShoutMix

kalender

November 2008
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Gudang Data

Visitor

sponsorship

Qolbu

''..jangan engkau bersedih jika orang tidak membaca karya mu, tetapi bersedihlah engkau karena tidak pernah memberi karya kepada orang yang selalu menanti hasil karya kamu...''

Hadis Nabi

Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT berfirman kepada Malaikat pencatat amalan: Apabila hamba-KU berniat ingin melakukan kejahatan, maka jangan lagi kamu menulisnya sebagai amalan kejahatan. Apabila dia melakukannya barulah kamu menulisnya sebagai satu amalan kejahatan. Jika hamba-KU berniat ingin melakukan kebaikan, tetapi dia tidak lagi melakukannya, maka catatkanlah sebagai satu amalan kebaikan. Jika dia melakukannya maka catatkanlah kebaikan itu sepuluh kali ganda. [Hadis Abu Hurairah r.a]